MATH

Kalau kita berbicara tentang pelajaran MATEMATIKA tentu semua orang akan menganggap bahwa matematika itu menakutkan bahkan menyeramkan. Karena Pelajaran Matematika dijadikan tolak ukur dalam Ujian Nasional. Dalam buku yang saya baca terdapat kata Apakah matematika itu? Sesuatu yang di kerjakan oleh ahli matematika? Kemudian muncul pertanyaan Siapakah itu ahli matematika? Seorang yang mengerjakan matematika. Jawaban itu terlalu sederhana, terlalu mudah dan menciptakan logika berputar.

Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, penalaran deduktif merupakan suatu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten.

Berikut ini saya merangkum definisi matematika menurut beberapa ahli antara lain:

ERNEST melihat matematika sebagai suatu konstruktivisme sosial yang memenuhi tiga premis yaitu :

  1. a.       The basis of mathematical knowledge is linguistic language, conventions and rules, and language is a social constructions;
  2. b.       Interpersonal social processes are required to turn an individual’s subjective mathematical knowledge, after publication, into accepted objective mathematical knowledge; and
  3. Objectivity itself will be understood to be social. (Ernest, 1991:42).

DIENES mengatakan bahwa matematika adalah ilmu seni kreatif. Oleh karena itu, matematika harus dipelajari dan diajarkan sebagai ilmu seni. (Ruseffendi, 1988:160)

BOURNE memahami matematika sebagai konstruktivisme sosial dengan penekanannya pada knowing how, yaitu pembelajar  dipandang sebagai makhluk yang aktif dalam mengkonstruksi  ilmu pengetahuan dengan cara beriteraksi dengan lingkungannya. Hai ini berbeda dengan pengertian knowing that yang dianut oleh kaum absoluitis, dimana pembelajar dipandang sebagai makhluk yang pasif dan seenaknya dapat diisi informasi dari tindakan hingga tujuan (Romberg, T.A.1992:752) .

KITCHER lebih memfokuskan perhatiannya kepada komponen dalam kegiatan matematika. (Jackson, 1992:753). Dia mengatakan bahwa  matematika terdiri atas komponen – komponen yaitu:

  1. Bahasa (language) yang dijalankan oleh para matematikawan
  2. Pernyataan (statements) yang digunakan oleh para matematikawan
  3. Pertanyaan (questions) penting yang hingga saat ini belum terpecahkan
  4. Alasan (reasonings) yang digunakan untuk menjelaskan pernyataan
  5. Ide matematika itu sendiri. Bahkan secara lebih luas matematika dipandang sebagai the science of pattern.

Menurut SUJONO (1988:5) pengertian matematika yaitu matematika sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik. Selain itu, matematika merupakan ilmu pengetahuan tentang penalaran yang logik dan masalah yang berhubungan dengan bilangan dan dia matematika diartikan sebagai ilmu bantu dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan.

FREUDENTAL mengemukakan pengertian yang lebih plural tentang matematika yaitu mathematics look like a plural as it still is in French Les Mathematiques. Indeed, long ago it meant a plural: four arts (liberal ones worth  being pursued by free men). Mathematic was the quadrivium, the sum of arithmetic, geometry astronomy and music, held in higher esteem than the (more trivial) trivium: grammar, rhetoric and dialectic. …As far as  I am familiar with languages, Ducth is the only one in which the term for mathematics is neither derived from nor resembles the internationally sanctioned Mathematica. The Ducth term was virtually coined by Simon (1548-1620): Wiskunde, the science of what is certain. Wis  en zeker, sure and certain, is that which does not yield to any doubt, and kunde means, knowledge, theory.

NEWMAN  melihat tiga  ciri utama matematika yaitu:

  1. Matematika  disajikan dalam pola yang lebih ketat;
  2. Matematika berkembang pesat  dan digunakan lebih luas daripada ilmu – ilmu lain;
  3. Matematika lebih terkonsentrasi pada konsep. ( Jackson, 1992:755).

Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistika, kalkulus dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel.

Tujuan pembelajaran matematika adalah:

  1. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi,
    dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba dalam matematika;
  2. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah matematika  dalam kehidupan sehari –hari;
  3. Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s