PEMBENTUKAN TATA SURYA

Sebagai umat beragama, kita yakin bahwa jagat raya termasuk tata surya ada yang membuat yaitu TUHAN. Namun, bagaimana jagat raya ini terbentuk?.

Banyak teori yang menjelaskan terbentuknya tata surya diantaranya sebagai berikut:

1.      Tata Surya Berasal dari Kabut atau Nebula

Menurut teori ini tata surya bersal dari kabut yang terdiri dari helium dan hydrogen. Beberapa ahli yang mendukung teori ini adalah Immanuel Kant, Piere Simon Laplace, Chamberlin dan Moulton.

a.      Teori Immanuel Kant dan Piere Simon Laplace

Teori ini lebih dikenal dengan nama teori kabut Kant – Laplace. Menurut teori ini, mula – mula di angkasa luar terdapat kabut yang massanya besar berotasi dengan kecepatan lambat kemudian kabut mulai menyusut. Akibatnya terbentuk cakram datar di tengah – tengahnya dan bagian tengah cakram memadat dan terbentuk Matahari, serta cakram berputar lebih cepat. Akibatnya bagian tepi cakram terlepas menjadi planet – planet yang berputar mengelilingi Matahari.

Beberapa sanggahan terhadap teori kabut Kant – Laplace adalah

1.      James Clerk dan Sir James Jean

Menurutnya bahan yang berasal dari lepasan bagian tepi cakram, tidak cukup menghasilkan tarikan gravitasi sehingga bahan tersebut memadat menjadi planet – planet.

2.      F.R. Moulton

Menurutnya seharusnya yang mempunyai momentum anguler (sudut) adalah planet-planet yang massanya besar, bukan Matahari.

b.     Teori Planetesimal

Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton pada tahun 1905. Menurutnya tata surya berasal dari kabut berbentuk pilin atau spiral. Di dalam massa kabut terdapat materi padat dan dingin yang dinamakan planetesimal. Karena berbentuk pilin dan berputar dengan orbit yang bebas maka terjadi tumbukan antarplanetesimal. Bagian inti kabut pilin makin membesar dan akhirnya terbentuk Matahari, sedangkan planetesimal yang kecil – kecil menjadi planet – planet yang mengelilingi Matahari.

2.      Tata Surya Berasal dari Matahari yang Terlepas

a.      Teori Pasang Surut

Teori ini dikemukakan oleh James-Jean dan Jeffreys pada tahun 1917. Menurutnya ketika sebuah bintang melewati Matahari sebagian materi Matahari akan tertarik ke arah bintang tersebut. Materi Matahari yang lepas akan pecah dan berputar serta mendingin menjadi planet – planet.

Beberapa kelemahan teori pasang surut adalah

  1. Karena materi Matahari yang terlepas berupa gas panas maka sangat sulit untuk memadat, mendingin, dan berputar dengan orbit yang teratur.
  2. Kemungkinan berpapasan dengan bintang sangat kecil.

b.     Teori Bintang Kembar

Teori ini mengatakan bahwa pada awalnya terdapat dua buah bintang. Salah satunya meledak dan pecahannya mendingin membentuk planet – planet dan satelitnya, sedangkan bintang yang satunya lagi menjadi Matahari. Karena pengaruh gravitasi Matahari, planet – planet dan satelitnya beredar mengelilingi Matahari.

3.      Tata Surya Berasal dari Awan Debu (Protoplanet)

Teori ini dikemukakan oleh Carl Van Wiezsaeker pada tahun 1940. Menurut  teori ini tata surya bermula dari tersedotnya partikel – partikel debu oleh proses pemampatan awan. Partikel – partikel debu  tertarik ke arah dalam dan diimbangi rotasi awan yang semakin cepat, sehingga terbentuklah cakram yang pipih di bagian tepi dan tebal di tengahnya. Bagian tengah cakram membentuk Matahari sedangkan bagian tepi terpecah – pecah akibat rotasi yang sangat cepat. Pecahan –  pecahan ini membentuk gumpalan – gumpalan kecil yang dinamakan protoplanet. Protoplanet yang berotasi kemudian memadat membentuk planet – planet dan satelit – satelitnya.

One thought on “PEMBENTUKAN TATA SURYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s